LAPORAN KEGIATAN KUNJUNGAN PERUSAHAAN DAN MUSEUM



LAPORAN KEGIATAN
KUNJUNGAN PERUSAHAAN DAN MUSEUM
Tujuan :
Untuk menambah pengalaman belajar kurikulum 2013
Laporan :
1.   Percetakan Redaksi Kedaulatan Rakyat
Kedaulatan Rakyat didirikan oleh HM. Samawi dan M.Wonohito. Kedaulatan Rakyat terbit sejak 27 September 1945. Nama harian “Kedaulatan Rakyat” diambil dari UUD 1945 alinea 4. Kedaulatan Rakyat memiliki berbagai media diantaranya Kedaulatan Rakyat online, Kedaulatan Rakyat radio. Ada Koran Kedaulatan Rakyat, Koran Minggu Pagi, Koran Merapi. Kedaulatan Rakyat merupakan Koran kedua setelah Koran dengan bahasa jawa bernama Sedya Tama yang terbit 2 minggu sekali.

2.  Museum Jendral Sudirman (X IIS)
Museum Jendral Sudirman merupakan museum sejarah dengan koleksi mengenai perjuangan Jendral Sudirman. Tujuannya dalam rangka melestarikan nilai-nilai 45 dan nilai-nilai TNI 45 bagi generasi penerus bangsa. Sasmitaloka Pangsar Jendral Sudirman merupakan tempat untuk mengenang pengabdian pengorbanan dan perjuangan Panglima Besar Jendral Sudirman. Kata Sasmitaloka berasal dari bahasa Jawa yaitu sasmita : pengingat, mengenang, dan loka : tempat.
Tahun 1942 gedung dikosongkan, barang disita tentara Jepang, setelah Kemerdekaan Indonesia dipakai kembali.
18 Desember 1945 - 19 Desember 1948 menjadi rumah kediaman Jendral Sudirman.
13 Juni 1968 – 30 Agustus 1982 menjadi Museum Angkatan Darat
30 Agustus 1982 – sekarang menjadi Sasmitaloka Panglima Besar Jendral Soedirman.
Jendral Sudirman lahir Senin Pon 24 Januari 1916 di Desa Bodas Karang Jati, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.


3.  Kraton Yogyakarta
Kraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I. Lokasi Kraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan. Kraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Bangunan-bangunan Kraton yang lebih terlihat arsitektur Jawa Tradisional. Di beberapa bagian tertentu dari budaya asing seperti Portugis, Belanda, Cina.
-          Kompleks depan = Gladhag – Pangurakan, Alun – alun Lor, Mesjid Gedhe Kasultanan.
-          Kompleks inti = Kompleks Pagelaran, Siti Hinggir Ler, Kemandhungan Lor, Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul, Siti Hinggil Kidul.
-          Kompleks belakang = Alun – alun Kidul, Plengkung Nirbaya.
Kraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adat. Permukaan  atap joglo berupa trapesium. Atap tersebut ditopang oleh tiang utama yang disebut dengan Soko Guru yang berada di tengah bangunan serta tiang-tiang lainnya. Pada zaman dahulu Alun-Alun Lor  digunakan sebagai tempat penyelenggaraan  acara dan upacara kerajaan yang melibatkan rakyat banyak.  Diantaranya adalah upacara gerebeg serta sekaten. Bangsal Sri Manganti tempat pertunjukkan tari dan seni karawitan gamelan di Kraton Yogyakarta. Alun-alun Lor adalah lapangan berumput di bagian utara Keraton Yogyakarta. Di pinggir Alun-alun ditanami deretan pohon beringin dan ditengah-tengahnya terdapat sepasang pohon beringin yang diberi pagar.
4.  Museum H.M Suharto
Museum memorial Soeharto diresmikan 8 Juni di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, kecamatan Sedayu , Bantul, DIY. Museum ini didirikan untuk mengenang jasa dan pengabdian beliau semasa hidupnya untuk bangsa Indonesia. Di museum ini juga memajang berbagai prestasi yang diraih beliausemasa menjabat Presiden RI ke-2.  Museum ini dibangun dan diresmikan oleh Bapak H. Probosutedjo (adik dari Soeharto) dan Mbak Tutut (putrid pertama Soeharto) terdiri dari Masjid kecil di sebelah selatan ruang diorama. Di depan museum terdapat patung besar Jendral Besar H.M. Soeharto bersebelahan dengan batu besar sebagai prasasti peresmian museum. Di dalam ruangan ada instalasi roll film yang berisi dokumentasi visual gerak tentang perjuangan beliau, diorama perjuangan beliau  ketika melakukan koordinasi dengan Pangsar Sudirman ketika SO 1 Maret 1949, diorama ketika beliau diundang oleh FAO di Roma tahun 1985 untuk mendapatkan penghargaan keberhasilan beliau dalam melakukan swasembada pangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN KUNJUNGAN DI KERATON YOGYAKARTA

Teks Ulasan Film “Di Balik 98”